Michel Buble dengan lagunya yang berjudul “Home”
mengalun pelan dari I pod kupada
perjalanan menuju pulang. Yeah, aku memang
ingin pulang, kembali ke kotamu. Kota kenangan kita. Tempat cerita manis dan
pahit tercipta. Kota yang sangat kamu cintai, begitupun aku.
“Aku
merindukanmu gadisku. Bisakah kita bertemu lagi?”.
Sore ini, kotamu sedang di guyur hujan deras,
biar saja, aku ingin bermain-main dengan hujan, menyusuri jejak-jejak kita yang
tersebar di setiap sudut kotamu. Oh ya, kamu masih ingat tidak?, pada sebuah
tempat yang sering kita singgahi ketika hujan berjatuhan. Ya, kedai kopi itu,
kedai kopi yang letaknya tak jauh dari sekolah kita dulu, Kau selalu mengajakku
kesana ketika hujan untuk sekedar menikmati secangkir kopi sambil memandangi
hujan. Aku juga masih ingat, kau selalu memilih tempat duduk yang dekat dengan
jendela kaca agar kau bisa memandangi hujan sepuasnya. Kau memang penggila hujan paling gila yang
pernah ku kenal.
Gara-gara kegilaanmu itu, kau pernah membuatku
takut. Saat itu hari pengumuman kelulusan ujian SMU, nilaimu tertinggi di
sekolah dan kau sangat bahagia hari itu. Saking bahagianya, kau mengajakku
untuk bermain hujan siang itu. Menari-nari di bawah rinainya, tak peduli
gemetaran juga kerut dan pucat di kulitmu.
Kau bilang padaku “ Aku hanya ingin bermain hujan,
membagi bahagiaku dengannya.”
Keesokan harinya, kau sakit. Badanmu demam dan
mengigil, mungkin karena terlalu lama bermain hujan.Semalaman aku menungguimu, mengurus dan
merawatmu. Aku benar-benar takut malam itu. Takut terjadi sesuatu pada mu.
“Arleta….aku pulang untukmu. Aku
membawa mimpi yang dulu pernah kita rancang berdua, semoga kau suka. “gumamku
sambil tersenyum mengenangmu.
0 komentar:
Posting Komentar